Fotografi Macro

On 03.01
Sekarang saya mencoba sedikit berbagi atau mencoba membuka wawasan bagi yang baru memulai debutnya di fotografi. le to the bay bgt bhsa gw

MACRO, satu dari ilmu fotografi yg tidak sembarang orang menekuninya, selain diperlukan teknik yang tergolong sulit, alat (baca; perlengkapan kamera & asesoris) juga faktor yang cukup dipertimbangkan dalam hal ini. ya, walau pun masih bisa di akali dengan cara yang murah meriah, tapi sudah saya perhatikan jauh berbeda untuk kualitas ketajaman dan pengaturan saat eksekusi pemotretan berlangsung.

Disini akan saya sedikit membahas pengenalan tentang Macrophotography saya bahas mengenai Basic Tools of Macrophotography.
jadi setelah kalian membacanya, jangan terburu-buru untuk berinvestasi ya...pelajari dan mengerti bukan untuk keren-kerenan. hehe

mulai aja yuk, dr pada kelamaan.hehehe





Pengertian Macrophotography adalah magnifikasi dari suatu objek dari ukuran life-size 1:1 sampai ke 25x (25:1) pembesaran. Dan untuk pembesaran 25x itu termasuk dalam kategori Extreme Macrophotography yg mana dibutuhkan banyak tools (mahal, itu sudah pasti :P) dan tehnik khusus untuk mendapatkannya.

Bagaimanapun juga, lensa2 macro yg tersedia dipasar dapat digunakan untuk pencapaian ukuran life-size (1:1) tanpa tambahan tools dan tehnik khusus.



1. KAMERA

Kamera apakah yg cocok untuk Macrophotography? Prinsipnya semua jenis kamera baik itu analog, pocket/prosumer digital, maupun DSLR bisa digunakan untuk keperluan ini.
Bagaimanapun, SLR (Single Lens Reflex) Camera baik itu analaog maupun digital lebih disarankan, mengapa?
Karena kita mendapat apa yg kita lihat melalui view-finder, tentu ini akan berpengaruh besar jika kita sedang melakukan observasi tentang objek tertentu yg kita kehendaki untuk diabadikan sesuai dengan yang kita lihat.

Tentu saja, ada kelemahan dari SLR/DSLR dibanding dengan Digital Prosumer Camera
yaitu keterbatasan ruang gerak dalam pengambilan objek pada sudut2 tertentu. Tapi ini semua akan bisa diatasi jika perlengkapan/tools yang memadai tersedia (akan dibahas kemudian).

Carilah kamera2 DSLR modern yang tersedia sekarang di pasar, yang menyediakan fasilitas DoF preview (Depth of Field Preview), ini berguna sekali dalam Macrophotography terutama bagi pemula yang masih meraba-raba dalam hal DoF.
Masalah DoF akan dibahas kemudian.


2. LENSA

Lensa adalah vital bagi Macrophotography, sebab dalam ilmu ini semua yang berhubungan dengan presisi amat menentukan hasil akhir.
Untuk hal ini tidak ada kata kompromi untuk lensa. Lensa khusus atau yang lebih terkenal dengan lensa macro adalah bagian yang tidak terelakan dari dunia Macrophotography yang serius.
Penggunaan lensa lain seperti halnya untuk tehnik reversed lens (akan dibahas kemudian) adalah tehnik khusus yang juga bisa menghasilkan hasil akhir yang memuaskan, tetapi bagi pemula ada baiknya jika mulai dengan lensa macro dengan fasilitas pembesaran 1:1 dahulu.

Sekarang banyak disediakan lensa2 zoom dengan fasilitas macro pula, untuk ini diperlukan pertimbangan yang hati2 dalam memilihnya, karena bagaimanapun lensa zoom tidak akan pernah sebaik lensa dengan fix focal length. Bagaimanapun juga, untuk kondisi2 tertentu amat berguna.
Saya pribadi lebih memprioritaskan ke fix focal length macro-lens. Lensa zoom dgn fasilitas macro adalah supplementary (tambahan).

Berapakah focal length yang pantas?
Dipasaran lensa2 macro yang tersedia ada dalam range :
1. 50-60mm
2. 80-105mm
3. 135-200mm

Range 1 biasanya digunakan untuk objek2 yang tidak bergerak atau cenderung statif, karena jarak yang diperlukan lumayan dekat dengan objek.

Range 2 adalah yang umum dipakai dalam Macrophotography, karena bisa dipakai untuk jarak yang cukup "jauh" untuk mengambil foto dari objek2 yang pemalu/bergerak/sensitive thd kehadiran kita.

Range 3 adalah yang paling ideal untuk kerja lapangan, karena jarak yang ambil yang leluasa.
Merk apakah yang pantas? Ini adalah masalah krusial dan selera, tetapi pada prinsipnya fasilitas 1:1 macro harus tersedia. Juga pertimbangan terhadap besar, berat dan tentu saja harga harus disesuaikan dengan kondisi kita masing2.

Dibawah ini beberapa referensi lensa2 macro third party (diluar merk kamera yang digunakan)yang layak dan bagus untuk dimiliki :

1. Sigma APO MACRO 150mm F/2.8 EX DG HSM.
2. Tamron SP AF 90mm f/2.8 Di Macro 1:1
3. Planar Zeiss

Tentu saja referensi ini sifatnya sementara, karena akan ada terus perkembangan ke depan yg menghasilkan lensa2 mutakhir lainnya.


3. ACCESORIES (TOOLS DAN LENSA SPECIAL)

Bagi Macrophotographer serius, accessories dalam macrophotography adalah satu bagian yang tidak terpisahkan.

A. Stacked Lens

Stacked Lens adalah prime lens dengan fix focal length yang nantinya dikombinasikan dengan reversed lens untuk menghasilkan pembesaran yang lebih dari 1:1. Untuk ini diperlukan ring adaptor khusus yang menghubungkan si stacked lens dengan reversed lens. Stacked lens dihubungkan ke body kamera, lalu ujungnya di coupled dgn adaptor khusus ke reversed lens.

Pembesaran yang bisa dihasilkan adalah dgn perhitungan sbb. :
PEMBESARAN = FOCAL LENGTH of PRIME LENS (STACKED LENS) : FOCAL LENGTH of COUPLED LENS (REVERSED LENS)
Contoh :
Prime Lens : 200mm/f4
coupled Lens : 50mm/f1.8
Pembesaran = 200mm : 50mm = 4x (4:1)

Tehnik ini harus dilakukan dgn seksama dan tidak sembarang lensa bisa di kombinasikan karena akan terjadi vignetting yg amat mengganggu.

B. Reversed Lens (lensa terbalik)

Reversed lens digunakan jika kita menghendaki magnifikasi (pembesaran) yang lebih dari ukuran life-size (1:1) dengan kualitas detail yang amat mengagumkan.

Lensa apakah yang paling baik? Tidak semua lensa bisa digunakan sebagai reversed lens, ini dikarenakan oleh tehnis bangun dari optik yang terdapat di dalam lensa itu sendiri. Untuk tidak lebih detail, disebutkan disini dari pengalaman adalah lensa prime 50mm/f 1.8 sebagai pilihan terbaik.

Namun penggunaan tehnik reversed lens tidaklah mudah, disini diperlukan skill yang memadai untuk menghasilkan foto yang baik.


C. EXTENSION TUBES & BELLOWS

Entension Tubes (ET) atau sekarang sudah tersedia Autofocus Extension Tubes (AET) dan Bellows adalah elemen tambahan yang digunakan untuk mendapatkan pembesaran yang kita hendaki dengan cara dikombinasikan dengan prime lens.
Berbeda dengan Teleconverters, AET/Bellows tidak mempunyai elemen optik didalamnya, jadi sifatnya hanyalah sebagai perpanjangan dari focal length (extension).

Dengan AET dan Bellows kita bisa mendekatkan lensa ke objek sampai jarak yang dekat sekali sehingga detail yang kita hendaki akan didapat. Konsekwensinya adalah cahaya yang masuk akan drop dan akan berpengaruh terhadap aperture (f-stop). Ini dikarenakan jarak lensa semakin panjang thd sensor. Penggunaan AET dan Bellows ini harus dilakukan dgn seksama dan hati2, bantuan Tripod atau Monopod adalah vital.

Kalkulasi pembesaran tergantung dari panjangnya AET atau Bellows yang digunakan. Dipasaran tersedia AET dengan berbagai macam ukuran, biasanya terdiri dari 1 set yang terdiri dari 36mm, 20mm dan 12mm. Ketiga2nya bisa digunakan sekaligus atau kombinasi diantaranya.
Bellos pada prinsipnya adalah sama dengan AE. Hanya dengan Bellow kita bebas menentukan panjang ekstensinya dengan menggeser2nya.

Sekali lagi, penggunaan AET dan Bellows harus dilakukan dengan skills yang memadai. Dan jika tidak amat diperlukan sebaiknya dihindari.


D. TELECONVERTERS or MULTIPLIERS

Teleconverter (TC) adalah elemen yang digunakan untuk pembesaran yang dikombinasikan dengan prime lens, sosok bangun optiknya cukup kompleks. Dipasaran tersedia TC 1.4x dan TC 2.0x.
Penggunaan TC akan berpengaruh terhadap sinar yang masuk, sehingga mengakibatkan drop pada f-stop.
Pada TC 1.4x, f-stop akan drop ke 1 stop; pada TC 2.0x, drop ke 2 stops.
Sesuai dengan code yang dicantumkan, TC 1.4x akan menghasilkan pembesaran 1.4 kali demikian juga dengan TC 2.0 akan menghasilkan pembesaran 2 kali. Jadi sebuah TC 2.0x jika dipasangkan dengan Lensa 300mm/f.4 akan bersifat spt lensa 600mm/f8.

TC amat berguna untuk kerja di lapangan dimana kita tidak bisa terlalu dekat kepada objek tetapi tetap ingin mendapatkan pembesaran yang maksimal.


E. TRIPOD DAN MONOPOD

Penggunaan Tripod maupun Monopod jika memungkinkan adalah mutlak. Getaran sekecil apapun akan berpengaruh terhadap hasil akhir dari Macrophotography. Fatal adalah gerakan vertikal (naik turun) yang bisa diantisipasi dengan monopod . Gerakan horizontal (menyamping) tidaklah se fatal gerakan vertical namun ada baiknya jika dihindari, untuk itu Tripod akan sangat bermanfaat sekali.
Jelas, menenteng/membawa tripod maupun monopod tidaklah menyenangkan, juga kadang momen2 tertentu tidak memungkinkan kita utk menggunakannya, tetapi sekali lagi jika memungkinkan gunakanlah mereka. Malu? Jangan sebab gengsi tidaklah menolong banyak dalam mendapatkan hasil akhir yang baik dalam Macrophotogrpahy.
Jika kita malas membawa nya, kita bisa gunakan media apa saja yang sifatnya membantu meredamkan getaran dalam pengambilan gambar. Sebatang kayu, lantai dll bisa kita gunakan dalam keadaan darurat. Tetapi semua ini harus kita lihat bagaimana kondisi di lapangan dan momen yang ada.


F. FLASH

Dalam kondisi cuaca yang tidak menguntungkan atau sinar yang kurang, penggunaan flash adalah mutlak. Penggunaan Flash yang baik dan benar akan menghasilkan gambar yang bagus dan natural.
Flash yang digunakan bisa dari built-in flash pada kamera, external flash, modified External Flash maupun Special Flash untuk Macrophotography yang lebih terkenal dengan sebutan Macro-Flash. Yang terakhir ini akan menghasilkan cahaya yang amat merata dan bagus yang cocok digunakan untuk objek2 tertentu.


semoga bermanfaat bagi yang sedang memahami dasar dari fotografi makro ini.

sumber : wikipedia

0 Response to "Fotografi Macro"

Posting Komentar

    find me

    Short Info

    e-Mail : bagusanugrahbriliana@gmail.com
    Gtalk : bagusanugrahbriliana
    Phone : (+62) 857-2635-0807